Inventory Intelligence: Membuka Ritel Omni-Channel dan Masa Depan Toko

Ritel Omni-Channel menambah fleksibilitas cross-channel (saluran silang) dan mobile shopping (belanja seluler) pada kemampuan membina pemasukan dan loyalitas yang unik dari pengalaman ritel secara tatap muka. Ini menawarkan peluang untuk membangun hubungan yang lebih dalam dengan pembelanja—atau berisiko kehilangan mereka apabila janji ketersediaan tidak terpenuhi.

Menepati janji ketersediaan tidak hanya bergantung pada sistem IT terpadu, tetapi juga pada input (masukan) dan output (keluaran) yang andal pada sistem tersebut, melintasi batasan lokasi fisik dan teknologi yang mencakup jangka pendek maupun jangka panjang. Para peritel yang berhasil mengintegrasikan inventory intelligence bagi para pembelanja, rekanan, dan manajer, bisa memangkas biaya, mempercepat perputaran barang, dan menghimpun pemasukan dengan cara menggerakkan informasi high-fidelity (kesetiaan yang tinggi), kembali ke dalam rantai pasokan, menyejajarkannya dengan permintaan pembelanja. Para peritel yang gagal akan mengalihkan pembeli Omni-Channel ke lanskap ritel terfragmentasi, ditandai oleh perubahan yang kacau, tidak terhubung dan informasi yang tidak dapat dipercaya.


Untuk mengunduh dokumen lengkap, silakan mengisi formulir di bawah ini.

Silakan gunakan formulir ini untuk mengajukan pertanyaan. Formulir ini mengumpulkan nama Anda, alamat email, dan informasi pribadi lainnya. Silakan baca Pemberitahuan Privasi kami untuk informasi tentang cara kami melindungi dan mengelola data pribadi Anda. Dengan mengisi formulir ini dan mengirimkan informasi Anda, Anda mengkonfirmasi bahwa Anda telah meninjau, memahami dan menerima persyaratan privasi kami serta ketentuan cookie kami.